Laman

Minggu, 15 November 2009

METODE MAKRO KJELDAHL

Prinsip analisa adalah pengukuran kadar nitrogen (N) dari sampel dengan menggunakan Metode makro Kjeldahl. Ada 3 tahap analisa protein yaitu :

1. Tahap Destruksi

2. Tahap Destilasi

3. Tahap Titrasi

Cara Kerja :

*

Kira-kira sebanyak 0.3 g sampel (X) ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik, setelah itu sampel dimasukkan ke dalam labu destruksi. Kedalam labu ditambahkan kira-kira 3 sendok kecil katalis campuran ( selenium 4 gr + CuSO4.5H2O 3 g + Na2SO4 190 g ) serta 20 ml H2SO4 pekat teknis secara homogen. Campuran tersebut dipanaskan dengan alat destruksi mula-mula pada posisi low selama 10 menit, kemudian pada posisi medium selama 5 menit dan high sampai larutan menjadi jernih dan berwarna hijau kekuningan; proses ini berlangsung di dalam ruang asam.
*

Setelah itu labu destruksi didinginkan dan larutan tersebut di masukkan ke dalam labu penyuling dan diencerkan dengan 300 ml aquadest yang tidak mengandung N. Tambahkan beberapa butir batu didih dan larutan dijadikan basa dengan menambahkan kira-kira 100 ml NaOH 33%. Kemudian labu penyuling dipasang dengan cepat di atas alat penyuling. Proses penyulingan ini diteruskan hingga semua N telah tertangkap oleh H2SO4 yang ada di dalam erlenmeyer atau bila 2/3 dari cairan dalam labu penyuling telah menguap (Tahap Destilasi).
*

Labu erlenmeyer yang berisi hasil sulingan tersebut diambil dan kelebihan H2SO4 dititer kembali dengan menggunakan larutan NaOH 0.3 N. Proses titrasi berhenti setelah terjadi perubahan warna dari biru kehijauan yang menandakan titik akhir titrasi. Volume NaOH dicatat ( z ml ), kemudian dibandingkan dengan titar blanko ( y ml). (Tahap Titrasi). Adapun rumus penentuan kadar protein kasar sebagai berikut:

rumus-protein1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

hay ,semua berjalan, karena ada kemauan untuk maju